LOGO diperta
Beranda > Artikel > Peran Serta Dinas Pertanian Dalam Pelaksanaan Rembug Stunting Di Kabupaten…
Artikel

PERAN SERTA DINAS PERTANIAN DALAM PELAKSANAAN REMBUG STUNTING DI KABUPATEN LOMBOK BARAT

Posting oleh dipertalobar - 26 Agu 2022 - Dilihat 196 kali

Oleh : Anis Dwi Wulandari, SP

Pelaksanaan rembug stunting di Kabupaten Lombok Barat merupakan salah satu langkah dari 8 langkah intervensi penurunan stunting Tahun 2022. Rembug stunting dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Lombok Barat pada tanggal 25 Agustus 2022. Dalam sambutannya Bupati Lombok Barat menyampaikan bahwa angka stunting Kabupaten Lombok Barat pada Tahun 2021 sebesar 22,27% dan pada Bulan Februari Tahun 2022 menurun sebesar 20,73%, hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Lombok Barat berkomitmen dalam menurunkan angka stunting di angka 4% target setiap tahunnya. Dan diharapkan Kabupaten Lombok Barat tingkat stunting berada pada angka 1 digit pada Tahun 2024 sehingga dapat berkontribusi besar pada target penurunan angka stunting sebesar 14% pada Tahun 2024.hal yang terpenting dalam penurunan angka stunting adalah peran serta semua pihak selain sebagai Aparatur Negara, penurunan stunting merupakan kewajiban sebagai umat manusia karena berdimensi jangka panjang terkait dengan kualitas Sumber Daya generasi yang akan datang.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama penurunan stunting oleh Kepala Dinas P2KBP3A bersama Kepala BPKB, dan Puskesmas. Selain itu juga diserhakan sertifikat penilaian kinerja Lombok Barat dalam aksi penurunan stunting di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh Kepala OPD terkait, Camat dan Kepala Desa se Kabupaten Lombok Barat. Untuk Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat diwakili oleh ibu Sahrul Aini, SP selaku  Sub Koordinator Perbenihan, Produksi dan Perlindungan Tanaman Hortikultura pada Bidang Tanaman Pangan & Hortikultura.

Sekilas tentang stunting merupakan salah satu kondisi kekurangan gizi atau mal gizi yang dihadapi Indonesia selain wasting. Wasting pada anak merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan berat badan rendah jika dibandingkan dengan tinggi badan. Dan pada anak dengan kondisi wasting akan cenderung mengalami stunting dimana tinggi badan yang rendah dibandingkan usia. Anak-anak dengan gangguan wasting dan stunting akan cenderung lebih rentan terhadap gangguan jangka panjang dan berakibat pada gagalnya pertumbuhan tubuh dan otak.

Salah satu faktor penyebab stunting yang prevelensinya sangat besar dan merat adalah kekurangan kadar Fe dan Zn dalam tubuh. Selain itu kekurangan kadar Fe dan Zn dalam tubuh akan berakibat pada menurunnya daya tahan tubuh, produktifitas, dan kualitas hidup manusia. Sebagai salah satu upaya meningktakan kadar mineral Zn dan Fe yang sangat penting bagi tubuh dapat dilakukan melalui biofortifikasi yang merupakan proses menambahkan dan atau meningkatkan kualitas nutrisi dalam tanaman bahan pangan.

            Sebagai dinas terkait yang berperan dalam penurunan stunting melalui peningkatan produksi, melalui kementan telah melepaskan varietass padi biofortifikasi varietas Inpari IR Nutrizinc melalui Surat Keputusan Nomor: 168/HK.540/C/01/2019. Padi ini cocok ditanam di lahan sawah irigasi pada ketinggian 0-600 mdpl. Yang merupakan hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementrian Pertanian berkolaborasi dengan IRRI dan Harvest Plus turut berkontribusi nyata dalam mengatasi stunting, dengan melepas padi dengan kandungan Zn tinggi dengan nama Inpari IR Nutri Zinc.

            Biofortifikasi pada Inpari IR Nutri Zinc diharapkan dapat membantu peningkatan nilai gizi sekaligus mengatasi kekurangan gizi besi pada masyarakat. Varietas ini memiliki kadar amilosa 16,6 persen dan potensi kandungan Zn 34,5i ppm. Selain kaya nutrisi, varietas ini juga memiliki produktivitas tinggi, tahan WBC, Blas, dan Tungro, serta rasa nasi enak Padi Kaya Gizi (Biofortifikasi) merupakan upaya fortifikasi mineral penting melalui perakitan varietas.

Beberapa keuntungan biofortifikasi antara lain dapat dikembangkan pada bahan makanan pokok, lebih murah dan menguntungkan dari segi budi daya karena benih yang telah terfortifikasi hanya diperlukan sekali di awal penggunaan, selanjutnya benih dari pertanaman berikutnya dapat dikembangkan lebih lanjut oleh petani lain, bermanfaat bagi masyarakat konsumen rawan gizi, dan produksi tinggi dan ramah lingkungan.

Secara spesifik Deskripsi Inpari IR Nutri Zinc adalah sebagai berikut :

  • Tahun Dilepas                         :    2019
  • Golongan                                :    Cere
  • Umur Tanaman                       :    ± 115 hari
  • Bentuk Tanaman                     :   Tegak
  • Tinggi Tanaman                      :   ± 95 cm
  • Daun Bendera                         :   Tegak
  • Bentuk Gabah                         :    Ramping
  • Warna Gabah                          :    Kuning jerami
  • Tekstur Nasi                            :    Pulen
  • Kadar Amilosa                        :    16,60%
  • Berat 1000 Butir                     :    ± 24,60 gram
  • Rata Rata Hasil                       :    ± 6,21 ton/ha
  • Potensi Hasil                           :    ± 9,98 ton/ha

 

 Hama :

  • Agak tahan WBC (Wereng Batang Coklat) biotipe 1, 2
  • Agak rentan WBC (Wereng Batang Coklat) biotipe 3

Penyakit :

  • Agak tahan HDB (Hawar Daun Bakteri) patotipe III, dan rentan HDB patotipe IV dan VIII pada stadia vegetatif
  • Agak tahan HDB (Hawar Daun Bakteri) patotipe III rentan patotipe IV dan VIII pada stadia generatif
  • Tahan blas ras 033, 073, 133
  • Rentan blas 173
  • Agak tahan tungro inakulum Garut dan Purwakarta

Sifat Khusus :

  • Potensi kandungan Zn 34,51 ppm
  • Rata-rata kandungan Zn 29,54 ppm
  • Anjuran Tanam : Baik ditanam untuk lahan sawah irigasi pada ketinggian 0-600 mdpl.

Pada tahun ini melalui Anggaran dari Pusat (APBN) Kabupaten Lombok Barat melalui Bidang Tanaman Pangan & Hortikultura mendapat alokasi bantuan benih Padi Kaya Gizi (Nutrizinc) seluas 940 Ha dengan bantuan benih 25 Kg/Ha, yang tersebar di Kecamatan Gunungsari seluas 113 Ha, Kecamatan Lingsar 55 Ha, Kecamatan Kediri 10 Ha, Kecamatan Gerung 34 Ha dan Kecamatan Kuripan 82 Ha. Dengan bantuan ini diharapkan akan dapat mengurangi malnutrisi di Kabupaten Lombok Barat.

Sedangkan dari hasil pelaksanaan rembug stunting di Kabupaten Lombok Barat dapat disimpulkan komitmen sebagai berikut :

  1. Masing-masing OPD dan perangkat kecamatan mengarahkan program masing-masing ke desa-desas lakus stunting.
  2. Masing-masing OPD menyediakan data indikator layanan dasar untuk penurunan stunting.
  3. Masing-masing kecamatan dan desa menyelenggarakan rembug stunting sebagai upaya integrase dan konvergensi pencegahan stunting.
  4. Puskesmas memprogramkan pemeriksaan status anemia pada remaja di setiap desa.
  5. Masing-masing pihak bersama desa akan menggalakkan kegiatan bapak asuh untuk anak bermasalah gizi.
  6. Masing-masing Kepala Desa ikut memantau kinerja TPK di masing-masing wilayahnya.