MELALUI PENYULUHAN, KEMANDIRIAN DAN KESEJAHTERAAN PETANI DIWUJUDKAN

Foto untuk : MELALUI PENYULUHAN, KEMANDIRIAN DAN KESEJAHTERAAN PETANI DIWUJUDKAN
Share

Labuapi, 23 Agustus 2019

Terobosan-terobosan dalam berbagai aspek sangat diperlukan agar petani bisa mandiri dalam mengatasi masalahnya dan keluarganya sehingga diperolehlah kesejahteraan hidup yang lebih baik. Kepala dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat Ir. H. Muhur Zokhri mengatakan bahwa, telah dilakukan berbagai terobosan dalam mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan petani dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. 

Beliau menambahkan dalam rangka mewujudkan kamandirian dan kesejahteraan petani, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat berdasar pada UU no. 16 tahun 2006 tentang SP3K melakukan berbagai terobosan diantaranya : Melakukan Revitalisasi Kelembagaan Penyuluhan dan Kelembagaan Petani (Kolompok tani/Nelayan, Gapoktan, Kelembagaan Ekonomi Petani dan lain-lain), Serta  membentuk kelembagaan penyuluhan ditingkat Desa yaitu Pos Penyuluhan Desa (PPD). Revitalisasi yang dilakukan pada kelembagaan Petani dimulai dari Registrasi, Restrukturisasi, Reorganisasi, dan Readministrasi.  Upaya Revitalisasi kelembagaan ini dilakukan untuk memperkuat Kelembagaan Penyuluhan maupun Kelembagaan Petani di Tingkat Kecamatan dan di Tingkat Desa sehingga dapat saling bersinergi, berkoordinasi dan bekerjasama  dengan baik.

Ir. H. Muhur Zokhri lebih lanjut menjelaskan bahwa, petani dan kelembagaan petani yang merupakan obyek dari pembangunan pertanian di fasilitasi dan di berdayakan oleh Pemerintah Daerah agar tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang kuat dan mandiri, di lakukanlah upaya pendampingan secara berkesinambungan dan tetap melakukan Registrasi terhadap seluruh kelembagaan petani mulai dari Poktan, Gapoktan, Kelembagaan Ekonomi Petani, Kelompok Wanita Tani, dan kelompok lainnya yang baru tumbuh.

Pembangunan pertanian tentunya juga tidak lepas dari kualitas SDM aparatur penyuluh dan SDM Petani/pelaku utama. Kualitas SDM yang rendah dapat menghambat pencapaian tujuan dari penyelenggaraan penyuluhan, oleh karena itu Dinas Pertanian  Kabupaten Lombok Barat berupaya melakukan peningkatan kualitas SDM aparatur penyuluhnya dan SDM petani/pelaku utama melalui kegiatan-kegiatan seperti Pelatihan, Bimtek, Sekolah lapang, Demplot, Demarea, dan lain-lain.

Upaya untuk mencapai terobosan peningkatan kapasitas Kelembagaan (Penyuluhan, Petani/Pelaku Utama),  Peningkatan kapasitas SDM (Aparatur Penyuluh, Petani/Pelaku Utama) tersebut tentu telah didukung dengan Program dan Kegiatan Prioritas diantaranya adalah: Program Peningkatan Kesejahteraan Petani, Program Pemberdayaan Penyuluh, dan Program Peningkatan Sistem Penyuluhan. Tahun 2018 lalu, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat telah berhasil meregistrasi sebanyak 1.533 kelompok tani yang terdiri dari Poktan, Gapoktan, KEP,  memfasilitasi peningkatan kapasitas 45.000 orang petani, dan meningkatkan kapasitas 145 orang aparatur Penyuluh Lapangan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat Ir. H. Muhur Zokhri menyakini bahwa, upaya terobosan yang telah dilakukan yakni peningkatan kapasitas SDM dan kelembagaan pertanian akan terus ditingkatkan sehingga diseminasi, transfer informasi teknologi, dan adopsi inovasi oleh petani yang merupakan kunci keberhasilan penyelenggaraan penyuluhan di Kabupaten Lombok Barat dapat berjalan dengan baik.

Konsistensi penyelenggaraan penyuluhan yang berbasis pada Informasi dan Teknologi dengan mengedepankan peningkatan kapasitas Kelembagaan Penyuluhan dan Petani/Pelaku Utama serta peningkatan kapasitas SDM Aparatur Penyuluh dan Petani/Pelaku Utama sangatlah di butuhkan dalam pembangunan pertanian, dengan Motto Penyuluhan di Kabupaten Lombok Barat “Ihlas Berbagi, Rela Membuka Diri, SDM Berkualitas Bukanlah Mimpi” merupakan penyemangat bagi seluruh aparatur Penyuluh dalam menjalankan tugasnya sehingga tidak menutup kemungkinan di masa –masa mendatang kemandirian dan kesejahteraan petani/pelaku utama dapat terus ditingkatkan.

Sambutan